1. Fungsi Status bar dalam Adobe Photoshop disebut…
a. ruang atau tempat untuk membuat lembar kerja
b. seperangkat fasilitas untuk mengedit atau memanipulasi file
c. barisan ikon yang tampilannya selalu berubah
d. memberikan informasi tentang operasi yang sedang dilakukan
e. mengubah satuan ukuran tertentu dalam lembar kerja
2. Ruang atau lembar kerja dalam Adobe Photoshop disebut….
a. Ruler
b. Layer
c. Image
d. Palette
e. Toolbox
3. Mode warna yang menggunakan satu atau dua nilai warna (hitam atau putih) untuk mempresentasikan pixel ke dalam image adalah….
a. RGB
b. CMYK
c. Bitmap Mode
d. Grayscale Mode
e. Multichannel Mode
4. Magic Wand Tool digunakan untuk membuat…..
a. seleksi bebas
b. simulasi goresan kuas
c. Path yg dapat digunakan sebagai seleksi
d. Seleksi berdasarkan tingkat kesamaan warna dalam beberapa potongan
e. Seleksi untuk membagi image
5. Berikut yang bukan merupakan tool pada Type Tool adalah….
a. Horizontal Type Tool
b. Vertical Type Tool
c. Vertical Mask Tool
d. Vertical Type Mask Tool
e. Horizontal Type Mask Tool
6. Menu Select > Deselect digunakan untuk
a. Menyeleksi seluruh gambar pada image yang terpilih
b. mengembalikan kembali seleksi yang telah dihapus
c. memanggil seleksi yang pernah disimpan
d. membalik bentuk seleksi
e. menghilangkan seleksi
7. Untuk memulai program Photoshop CS2 adalah …..
a. Start, Program, Photoshop CS2
b. Start, Photoshop CS2
c. Start, Program, accessories, Photoshop CS2
d. Start, all Program, Photoshop CS2
e. Start, shutdown
8. File ekstensi untuk photoshop pada saat disimpan adalah dapat berupa file-file dibawah ini, kecuali…………………
a. jpg
b. psd
c. gif
d. mpg
e. .doc
9. Hal-hal yang dapat dilakukan pada saat kita menggunakan photosop, kecuali
a. Memberikan efek gambar
b. Memperbaiki iritasi mata merah pada foto
c. Memasukkan atau mengimport suara
d. Mengandakan gambar
e. Menambahkan teks pada gambar
10.Tool yang digunakan untuk menyeleksi obyek berdasarkan warna ialah :
a. Lasso tool
b. Blur tool
c. Gradient tool
d. Magic wand tool
e. Text tool
11.Berikut ini ialah salah satu hasil karya dari Photoshop, kecuali :
a. Brosur
b. Animasi
c. Poster
d. Cover majalah
e. Undangan
12.Pada PHOTO SHOP perintah HUE/SATURATION digunakan untuk :
a. Memutar CANVAS
b. Memberi Teks
c. Merubah Warna Image
d. Duplikat Image
e. Membuat background
13.Isitilah dalam Photoshop untuk memutar gambar 90 derajat searah jarum jam yaitu :
a. 90
b. 90cw
c. 90ccw
d. 90cc
e. 90 0
14.Berikut ini effect yang membuat bayangan ke bagian dalam layer :
a. Drop Shadow
b. Inner Shadow
c. Outer glow
d. Inner glow
e. Double glow
15.Perintah untuk membuat image menjadi hitam putih adalah:
a. Brightness
b. Desaturate
c. Curves
d. Hue
e. Saturation
Label: TIK
Aku Ingin…………*
Hujan yang turun sejak siang tadi belum juga reda. Pekarangan-pekarangan rumah penduduk nampak basah karenanya, tak terkecuali pekarangan rumah no. 07 di sebuah kompleks elit di tengah
Di balik jendela sebuah kamar di rumah megah itu, sepasang mata kecil menengadah memandang langit. Sorot matanya menyiratkan kegundahan.
“Kenapa Ayah dan Ibu belum pulang? Padahal sebentar lagi hari akan gelap,” ujar gadis berusia dua belas tahun di balik jendela itu. Ia bernama Hindi.
Hening. Tiba-tiba Hindi dikejutkan oleh suara derit pintu yang dibuka. Sosok wanita berusia sekitar 60-an tahun yang muncul dari balik pintu, berkata: “Sudahlah Non, nanti Ayah dan Ibu pasti pulang. Non Hindi makan dulu!, Sejak siang tadi Non
“Ayah dan Ibu tidak sayang sama Hindi mbok, mereka selalu sibuk dan tidak pernah punya waktu buat aku. Mereka selalu saja pergi”
“Tidak Non, justru karena mereka sayang sama Non makanya, mereka
“Tapi Hindi kesepian Mbok, aku ingin seperti anak-anak yang lain, setiap akhir pekan mereka bisa pergi berlibur bersama keluarganya sedang-
“Non Hindi
Sebagai anak tunggal Hindi memang kesepian, terlebih lagi orang tuanya sama sekali tidak mengizinkannya keluar rumah. Memang semua kebutuhan Hindi di rumah itu dapat tercukupi. Dalam bidang akademis misalnya, orang tua Hindi memanggil berbagai macam guru privat ke rumah agar Hindi tidak perlu pergi ke sekolah. Tetapi biar bagaimanapun sebagai anak-anak pasti dia ingin bermain seperti anak-anak sebayanya yang lain. Setiap harinya Hindi hanya bisa memandang teman-teman sebayanya yang sedang bermain dari balik gerbang rumahnya.
* * *
Pagi yang cerah, matahari bersinar begitu cerah di ujung langit. Sinarnya yang menembus gorden jendela kamar membangunkan Hindi. Tanpa menghiraukan tempat tidurnya yang berantakan, Hindi berlari keluar menuju kamar kedua orang tuanya. Kosong. Ia berlari menuruni tangga menuju ke ruang makan. Untuk kedua kalinya Hindi kecewa. Hindi berharap orang tua nya ada di ruang makan dan sedang menunggunya untuk makan bersama.
Sementara itu si Mbok yang sedang bergulat dengan masakannya di dapur, terkejut dengan suara derap kaki yang berlari menuju ke arahnya yang ternyata adalah milik Hindi.
“Apa tadi malam Ayah dan Ibu pulang? Kenapa Hindi tidak dibangunin? sekarang Ayah dan Ibu dimana, Mbok?” Hindi begitu sampai di dapur membrondong si Mbok dengan pertanyaan.
“Sabar Non, mbok jawab satu-satu. Semalam Ayah dan Ibu memang pulang tapi sudah larut sekali. Makanya mereka tidak membangunkan Non, lagian Non
“Terus sekarang mereka dimana Mbok? Dimana….? Hindi mau ketemu mereka.”
“Sayang sekali, tadi pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat lagi, katanya harus ngejar pesawat pertama ke Singapura. Mereka menitipkan salam buat Non.”
Seperti sebelum-sebelumnya Hindi hanya mendesah kecewa. Sebegitu sulitkah untuk bertemu dengan orang tuanya sendiri?
* * *
Les piano baru saja usai, masih ada dua jam sebelum les balet dimulai. Hindi memutuskan untuk menaiki tangga dan menuju teras kamar, tempat favoritnya. Hindi sangat menyukai tempat itu karena dari
“Apa yang barusan jatuh ya? Jangan-jangan salah satu dari kawanan burung tadi ada yang jatuh. Aku harus menolongnya.”
Akhirnya Hindi memutuskan untuk pergi ke pekarangan rumah dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Di taman Hindi mencari-cari sesuatu yang jatuh tadi. Namun dia tidak menemukannya. ”Dimana benda tadi jatuh ya…? Sepertinya tadi jatuh di sini tapi kok nggak ada sih.” Ujar Hindi tidak menyerah. Dia tetap terus saja mencari. Sampai ia dikejutkan oleh sebuah suara. Cit…cit…cit….
Di bawah sebuah pohon, Hindi menemukan seekor anak burung merpati tergeletak. Nampaknya ia terluka. Hindi pun berkata pada burung itu, “Tenang merpatiku, sekarang kamu menjadi sahabatku dan aku akan merawatmu,” ucap Hindi dengan bangga karena akhirnnya ia bisa mempunyai teman selain si Mbok, walaupun hanya seekor merpati.
Ketika akan membawanya ke dalam rumah ia berpapasan dengan si Mbok di depan pintu.
“Oalah….Non, Non ini dari mana saja sih? Mbok cari kemana-mana, Non sudah di tunggu sama guru lesnya. Ngomang-ngomong itu kenapa Non, kasihan sekali?”
“Maaf Mbok, aku baru saja menolong seekor merpati yang terluka, ini dia merpatinya.”
“Ya sudah sekarang Non Hindi les dulu, kasihan gurunya nunggu lama. Biar merpatinya Mbok dulu yang jagain.”
“Aku les dulu ya sahabatku, kamu biar di rawat sama si Mbok dulu. Kamu nggak perlu takut, si Mbok orangnya baik. Tolong jaga sahabatku dengan baik, ya Mbok.” Hindi kemudian menyerahkan sahabat barunya itu ke tangan si Mbok, kemudian ia pun berlari menuju ruang tengah untuk mengikuti les balet.
* * *
Hari ini hari kedua Hindi demam, suhu badannya mulai turun meskipun belum normal. Hindi bermain bersama sahabatnya yang kini juga sudah sembuh walaupun belum bisa terbang.
“Merpati, apa kamu akan terbang meninggalkan aku sendiri,” Hindi bertanya dengan nada cemas. Hindi tidak ingin kehilangan sahabat satu-satunya itu. “Sahabatku, maukah kamu mengajari aku terbang agar kita bisa terbang bebas bersama ke angkasa?” ujar Hindi lagi.
Merpati di dalam kandang yang terletak di salah satu pojok kamar Hindi hanya diam saja. Entah dia mengerti atau tidak kata-kata Hindi tadi. Hindi pun berkata lagi, “Baiklah, kalau kamu tidak mau mengajariku, aku akan belajar sendiri. Aku pasti bisa terbang seperti kamu dan kita akan terbang bersama-sama, sahabatku.”
Usai berbicara Hindi melangkah menuju teras kamarnya. Namun, suara si Mbok dari balik pintu menghentikan langkahnya.
“Non ayo turun, sekarang waktunya Non untuk les piano.” Hindi pun memutar haluan kearah pintu kamar. Lalu menuruni tangga untuk les piano.
Selama les Hindi kehilangan konsentrasi. Dia tidak dapat mengikuti les dengan baik. Pikirannya masih terpaut pada sahabatnya. Dia begitu takut untuk kehilangan sahabat pertama dan satu-satunya itu. Terlebih Hindi tidak begitu yakin dia bisa terbang seperti merpati sahabatnya.
Karena tidak dapat menyimak materi dengan baik, akhirnya sang guru menyuruh Hindi untuk beristirahat saja. Les piano pun berakhir lebih awal. Hindi pun kembali ke kamarnya. Dia tetap bertekad untuk bisa terbang bebas bersama merpati, seperti yang diimpikannya.
* * *
Mendung menyelimuti langit di atas rumah megah berlantai dua itu, pagi ini. Sebuah mobil memasuki pekarangan rumah itu. Ayah dan ibu Hindi keluar dari mobil. Mereka di kejutkan oleh kerumunan orang di samping rumahnya, tepat di bawah teras kamar anaknya, Hindi.
Kedua orang tua Hindi kemudian masuk ke dalam rumah. Sang ayah menuju dapur untuk mencari keberadaan si Mbok, pembantunya itu. “Mbok…,Mbok…” panggil sang ayah. Namun, tidak ada sahutan.
Sementara itu sang ibu menaiki tangga menuju kamar Hindi. Ketika pintu kamar dibuka, ibu Hindi terkejut karena ada bangkai burung di salah satu pojok kamar, di sampingnya terdapat sebuah gunting yang berlumuran darah. Dia tidak menemukan anaknya disana.
“Yah…Ayah anak kita tidak ada di kamar,” setengah berteriak memanggil suaminya. Kemudian, ibu melangkah ke arah teras. Betapa sangat terkejutnya ketika ia memandang ke bawah. Dilihatnya di tengah kerumunan manusia seorang gadis kecil terbujur kaku dan di sampingnya duduk seorang perempuan tua. Sosok yang sangat ia kenal itu sedang menangis. Si ibu tidak dapat berkata apa-apa lagi karena shock dia tidak dapat menahan tubuhnya dan…… Bruugh……akhirnya dia pun tak sadarkan diri.
~~~~000~~~~


